Skip navigation

Tag Archives: Membuat Hati Menjadi Ikhlas

Beberapa hari yang lalu di suatu siang (halah) datang seorang pemuda ( kira kira umur 17an gitu) meminta sumbangan ke rumah, tak persilahkan duduk, aku tanya dari salah satu pondok pesantren di probolinggo (aku lupa namanya).

Dia menyodorkan proposal sumbangan dan ada semacam lembaran kwitansi selebar karcis bus sebagai tanda bukti sumbangan. Tanpa banyak tanya kuberikan sumbangan yang diminta ( dengan jumlah seikhlasnya). tak lama kemudian pemuda tadi mohon diri untuk melanjutkan perjalanan dengan sederet do’a yang tak lupa aku amini.

Beberapa detik setelah dia pulang, aku langsung di tegur oleh seseorang,

someone : kok nggak di tanya – tanya dulu, kok langsung di kasih.

aku : la ya gimana, wong dia dari pondok pesantren minta sumbangan.

someone : nyumbang buat masjid di dekat dumah kita kenapa?

aku : la dia jauh dari probolinggo.

someone : nah itu, kenapa dia jauh – jauh dari probolinggo kesini cuma buat nyari sumbangan? paling paling buat maem itu nanti.

aku : ( aku terdiam ), dalam hati, ‘ya ndak apa – apa, toh juga manusia butuh maem, kalo memang itu bukan di berikan ke pondok, minimal aku sudah amal ngasih maem ke dia, yang penting ngasihnya ikhlas’, kalo memang itu ndak dipergunakan secara semestinya, ya ndak apa2, yang penting Allah tau kalo aku ngasihnya ikhlas.

kupikir, hal seperti pengalamanku diatas ( beberapa kali ku alami) banyak terjadi di sekitar kita, dan sering diperdebatkan ( sisi negatifnya ), kalo aku sih nggak ambil pusing, yang penting kita punya sesuatu buat diberikan ato ndak, kalo ada ya ngasih juga ndak apa – apa yang penting ikhlas.

Advertisements